REVIEW GAME: BROTHER IN ARMS 3

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Hai sobat gamers? Gimana nih kabarnya? semoga sehat wal afiat. Pada postingan saya kali ini. saya akan memberikan informasi mengenai REVIEW  GAME BROTHER IN ARMS 3

Preview Brothers in Arms 3: Sons of War – Versi Kasual Dari Modern Combat 5


Brothers in Arms 3 | featured
Kita sudah melihat trailer terbaru dari Brothers in Arms 3: Sons of War pada awal bulan ini. Namun hari ini Games in Asia kini berkesempatan untuk mencoba langsung game yang akan dirilis dalam waktu dekat ini. Walaupun saya belum pernah mencoba Brothers in Arms 2, tetapi bisa dipastikan iterasi ke-3 ini akan mengubah sudut pandang dari first person shooter menjadi third person shooter dengan sedikit balutan on-rails shooter.
Seperti yang sudah-sudah, Brothers in Arms tetap mengambil tema perang dunia II di mana kamu akan berperan sebagai pasukan Amerika yang harus memukul mundur tentara Nazi. Sama seperti seri Modern Combat, sebelum masuk ke medan pertempuran kamu akan diberikan sebuah cut scene yang menceritakan tujuan kamu dalam misi tersebut. Setelah cut scene selesai, kamu akan langsung masuk dalam aksi baku tembak yang menuntut timing yang tepat.
Brothers in Arms 3 | Screenshot 1
Brothers in Arms 3 | Screenshot 2
Dalam baku tembak yang sengit, kamu akan berada di balik sebuah pelindung, baik itu kotak ataupun kantong pasir. Ketika kamu menekan tombol tembak, karakter kamu akan berdiri dan mulai menembak. Tahu kapan harus menembak dan berlindung adalah kunci penting dari Brother in Arms 3. Walaupun menggunakan elemen on-rain shooter, namun kamu punya kebebasan penuh untuk berkeliaran atau berganti tempat berlindung.
Setiap misi dalam sebuah level mempunyai objektif yang berbeda-beda. Namun kebanyakan tujuan utama, kamu akan disuruh untuk membunuh habis semua pasukan musuh, atau mengambil dokumen-dokumen penting di sebuah gedung. Sedangkan ada target sampingan seperti menyelesaikan level dengan keadaan nyawa lebih dari 60%, atau membunuh empat musuh dengan headshot. Sistem reward 3 bintang akan dianugerahkan kepada kamu kalau bisa menyelesaikan semua target pada sebuah level yang ada akhirnya, jumlah uang dan XP lebih banyak bisa kamu peroleh.
Nah, selain baku tembak dengan musuh, ada hal menarik yang bisa kamu temukan di Brothers in Arms 3 yaitu brothers. “Yow bro!”. Benar, kamu tidak akan bertarung seorang diri saja, tetapi ada teman yang akan saling membantu. Teman kamu ini akan memiliki kemampuan spesial yang saling berbeda. Misalnya saja, ada yang jago dalam urusan memanggil bantuan dari udara, atau ada juga yang jago dalam hal sniping. Tapi mereka tidak akan mengeluarkan kemampuannya, bila tidak kamu suruh karena memang kamulah yang menjadi pemimpin tim. Berbagai macam brothers tersebut akan terbuka seiring kamu menyelesaikan level yang ada.
Brothers in Arms 3 | Screenshot 3
Brothers in Arms 3 | Screenshot 4
Sayangnya Gameloft tidak memberikan mekanisme kontrol yang cukup inovatif. Gaya kontrol yang lama dengan virtual D-Pad untuk bergerak, swipe untuk mengarahkan dan melihat ke sekitar, serta berbagai tombol untuk menembak dan memanggil bantuan, masih menjadi andalan. Bukan berarti tipe kontrol seperti ini jelek ya, hanya saja saya mengharapkan sesuatu yang lebih. Walaupun begitu, saya masih sangat menikmati gameplay dengan kontrol yang diberikan karena keakuratannya. Perhatian ke detail juga tidak luput disertakan oleh Gameloft karena setiap senapan yang kamu pakai mempunyai efek recoil yang berbeda-beda.
Brothers in Arms 3 dibekali dengan beberapa mode yaitu Campaign yang dibagi dalam beberapa chapter, Raid yang merupakan event tambahan dalam sebuah chapter dengan beragam misi khusus, dan Top Secret yang sejauh saya mainkan mempunyai misi untuk menembak jatuh pesawat lawan. Sejauh ini saya belum menemukan multiplayer di game ini. Mungkin seiring saya bermain dengan waktu yang cukup lama mode ini akan terbuka.
Brothers in Arms 3 | Screenshot 5
Brothers in Arms 3 | Screenshot 6
Karena game ini bersifat free-to-play, maka akan ada sistem energi yang dipakai. Setiap kali kamu memainkan sebuah level, maka kamu akan mengkonsumsi energi baik berjumlah satu atau dua tergantung kamu memainkan mode apa. Sistem timer juga diterapkan pada waktu kamu melakukan upgrade senjata atau anggota tim kamu. Sejauh ini sih, masalah energi dan timer belum terlalu menghambat permainan. Namun perlu dicatat dengan sistem ini kamu tidak akan bisa bermain non-stop berjam-jam.
Untuk grafis sendiri, Gameloft memberikan tayangan yang cukup segar dengan grafis 3D. Namun beberapa tekstur dalam game tidak bisa dikatakan detail. Dan jika kamu penasaran maka jawabannya adalah tidak, Brother in Arms 3 tidak dapat menyandingi Modern Combat 5. Walaupun begitu, tetap saja grafis Brothers in Arms 3 masih bisa dikatakan bagus. Jadi silahkan anda download dan rasakan bedanya:v
Oke demikianlah informasi yang bisa saya sampikan pada postingan kali ini, semoga bermanfaat. Wasslam^^

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW GAME: PES CLUB MANAGER

REVIEW GAME: ASPHALT NITRO

REVIEW GAME: FIFA MOBILE ANDROID