REVIEW GAME: WWE ANDROID
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Hai sobat gamers? Gimana nih
kabarnya? semoga sehat wal afiat. Pada postingan saya kali ini. saya
akan memberikan informasi mengenai REVIEW GAME WWE ANDROID. Langsung simak informasinya berikut ini..
Review WWE 2K15 – Janji Untuk Fan Yang Tak Sepenuhnya Terpenuhi!!

Hal tersebut nampak dari presentasi beberapa jawara gulat WWE John Cena, Randy Orton, Hulk Hogan dan beberapa superstar lain yang terlihat sangat realistik di game ini. Sebaliknya, karakter pegulat “kelas dua” seperti Bo Dallas, The Miz, CM Punk (yang saat game ini dibuat sudah hengkang dari WWE), bahkan owner WWE Vince McMahon terlihat seperti tidak mendapat perlakuan yang sama di sini.
Otomatis adanya beberapa penampilan pegulat yang tidak bagus tadi membuat saya sebagai fan WWE mempertanyakan teknologi body scanning yang mereka gaungkan di trailer sebelumnya. Apakah karena waktu produksi yang terlalu mepet membuat WWE 2K15 terkesan kurang begitu sempurna di mata saya? Bisa jadi demikian, tapi yang jelas, masih ada segelintir inovasi lain yang diupayakan 2K untuk membuatmu lupa dengan kekurangan minor yang satu ini.
Di luar aspek mini game tadi, kontrol di WWE 2K15 kurang lebih masih sama seperti game WWE sebelumnya, dengan sedikit perombakan kecil di sana-sini. Perintah untuk membanting (graple), melempar (irish whip), mengeluarkan serangan khusus (signature) dan memukul lawan semuanya masih dikendalikan melalui tombol utama. Sedangkan untuk manuver berlari, membalikan serangan lawan (reversal), dan memanjat sisi ring turnbuckle bisa kamu lakukan dengan tombol bahu.


Untungnya kekurangan di game ini sedikit terbantu dengan hadirnya fitur WWE Showcase Mode yang memberimu dua jalan cerita besar dari konflik bersejarah yang terjadi di dunia WWE. Di situ kamu bisa menyelami cerita perseteruan antara CM Punk melawan John Cena sebelum memutuskan hengkang dari WWE karena ketidakpuasan CM Punk terhadap proses kreatif WWE. Atau menyelami pengkhianatan Triple H terhadap partnernya Shawn Michael di era WWE Attitude dulu.
Selain mode single player tadi, kamu juga diberi mode exhibition untuk sekedar bermain “gila-gilaan” menghadapi teman kamu di WWE 2K15. Di sini kamu bisa memilih satu dari 60 pegulat WWE untuk beradu di match yang kamu suka, mulai dari Royal Rumble, Table Match, Hell in Cell, dan lain sebagainya. Sayangnya dari sekian roster tadi ada beberapa yang harus kamu unlock dengan bermain di career mode dan ada juga yang memerlukan akses DLC agar bisa kamu mainkan. Jadi jika kamu berharap bisa memainkan pegulat legendaris seperti Hulk Hogan, atau classic Sting di sini, jangan heran jika kamu membutuhkan akses khusus seperti DLC yang tidak bisa kamu dapatkan jika membeli WWE 2K15 secara digital (kamu butuh pre-order dan varian fisik WWE 2K15 untuk mendapatkan superstar khusus tadi).
Untungnya fitur WWE 2K15 yang satu ini dikemas dengan dukungan community creations di mana kamu bisa mengunduh karakter, move-set, serta hiasan penonton buatan pemain lain. Jujur saja, kreasi pegulat buatan saya sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan buatan pemain lain yang luar biasa kreatifnya dibandingkan saya (hehehe …), sehingga saya lebih suka mengunduh kreasi pegulat pemain lainnya untuk dimainkan di console yang saya mainkan.
Terlepas dari kekurangannya tadi, WWE 2K15 tetaplah game olahraga yang terasa fun apalagi ketika dimainkan bersama seorang teman. Hingga saat ulasan ini dipublikasikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak tubuh pegulat yang sudah saya banting di atas ring dan saya tidak merasa bosan untuk terus memainkannya lagi.
Oke demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan di postingan saya kali ini,semoga bermanfaat sob!!
Review WWE 2K15 – Janji Untuk Fan Yang Tak Sepenuhnya Terpenuhi!!
Sebagai federasi gulat hiburan yang paling getol mengeluarkan game, saya sempat khawatir dengan terlalu seringnya WWE mengeluarkan game ini di setiap tahunnya sejak franchise tersebut memulai debutnya di bawah naungan THQ. Alasannya cukup masuk akal, karena roster pegulat game WWE cenderung stagnan, berbeda jauh dengan game simulasi olahraga lain seperti roster pemain bola di FIFA yang dinamis.
Berselang dua tahun setelah game WWE berpindah dari tangan THQ ke 2K, mereka seakan mengerti betul bahwa franchise hiburan olahraga yang mereka usung memerlukan inovasi baru yang benar-benar relevan, apalagi dengan keluarnya console terbaru Sony dan Microsoft. Karena itulah cukup dengan jeda waktu setahun sesudah game WWE sebelumnya, kini Triple H, Big Show, Undertaker, dan sederet pegulat superstar lainnya hadir kembali dalam iterasi terbarunya WWE 2K15.
WWE 2K15 sendiri merupakan instalment gulat ke-16 rilisan 2K Sports yang memulai debut perdananya untuk console generasi ke-8 seperti PS4 dan Xbox One. Tidak tanggung-tanggung memang, guna menyegarkan kembali minat para fan WWE, kali ini 2K Visual Concepts dan pengembang YUKE mengadopsi teknologi body scanning untuk menghadirkan penampilan pegulat yang benar-benar realistis. Well, setidaknya itulah yang mereka janjikan semenjak trailer WWE 2K15 gencar didengungkan beberapa bulan lalu. Lantas apakah dengan instalment barunya sekarang, WWE 2K15 berhasil memberikan inovasi yang berarti? Well, mari kita simak
Berselang dua tahun setelah game WWE berpindah dari tangan THQ ke 2K, mereka seakan mengerti betul bahwa franchise hiburan olahraga yang mereka usung memerlukan inovasi baru yang benar-benar relevan, apalagi dengan keluarnya console terbaru Sony dan Microsoft. Karena itulah cukup dengan jeda waktu setahun sesudah game WWE sebelumnya, kini Triple H, Big Show, Undertaker, dan sederet pegulat superstar lainnya hadir kembali dalam iterasi terbarunya WWE 2K15.
WWE 2K15 sendiri merupakan instalment gulat ke-16 rilisan 2K Sports yang memulai debut perdananya untuk console generasi ke-8 seperti PS4 dan Xbox One. Tidak tanggung-tanggung memang, guna menyegarkan kembali minat para fan WWE, kali ini 2K Visual Concepts dan pengembang YUKE mengadopsi teknologi body scanning untuk menghadirkan penampilan pegulat yang benar-benar realistis. Well, setidaknya itulah yang mereka janjikan semenjak trailer WWE 2K15 gencar didengungkan beberapa bulan lalu. Lantas apakah dengan instalment barunya sekarang, WWE 2K15 berhasil memberikan inovasi yang berarti? Well, mari kita simak



Visual Pegulat Yang Riil Tapi Tidak Secara Keseluruhan
Seperti trailer yang dipertontonkan kemarin, 2K kerap memperlihatkan beberapa pegulat roster WWE yang sangat populer saja untuk memberikan kesan yang bagus atas WWE 2K15. Dari marketing yang mereka lakoni, terlihat jelas bahwa aspek visualisasi merupakan faktor jualan 2K atas instalment terbaru WWE 2K Series.Hal tersebut nampak dari presentasi beberapa jawara gulat WWE John Cena, Randy Orton, Hulk Hogan dan beberapa superstar lain yang terlihat sangat realistik di game ini. Sebaliknya, karakter pegulat “kelas dua” seperti Bo Dallas, The Miz, CM Punk (yang saat game ini dibuat sudah hengkang dari WWE), bahkan owner WWE Vince McMahon terlihat seperti tidak mendapat perlakuan yang sama di sini.
Otomatis adanya beberapa penampilan pegulat yang tidak bagus tadi membuat saya sebagai fan WWE mempertanyakan teknologi body scanning yang mereka gaungkan di trailer sebelumnya. Apakah karena waktu produksi yang terlalu mepet membuat WWE 2K15 terkesan kurang begitu sempurna di mata saya? Bisa jadi demikian, tapi yang jelas, masih ada segelintir inovasi lain yang diupayakan 2K untuk membuatmu lupa dengan kekurangan minor yang satu ini.
Adu Gulat Yang Makin Disempurnakan
Siapapun yang pernah bermain seri game WWE Smackdown sebelumnya pasti memerlukan sedikit penyesuaian atas mekanisme “realisme” yang diimplementasikan WWE 2K15. Dalam instalment kali ini, pada awal saat menekan tombol grapple, kamu akan dibawa ke dalam mini game grapling match yang mirip permainan batu-gunting-kertas. Di mini game tersebut, kamu diminta memilih tiga manuver gulat untuk menentukan pemain mana yang lebih unggul di awal pertandingan. Setelah salah satu pegulat sukses “mengunci” pegulat lain, tahap mini game berikutnya adalah memutar analog R3 untuk mencari indikator merah guna mengunci/lolos dari pitingan lawan. Siapa yang lebih dulu sukses memenuhi indikator merah tersebut akan sukses melanjutkan serangan berikutnya.Di luar aspek mini game tadi, kontrol di WWE 2K15 kurang lebih masih sama seperti game WWE sebelumnya, dengan sedikit perombakan kecil di sana-sini. Perintah untuk membanting (graple), melempar (irish whip), mengeluarkan serangan khusus (signature) dan memukul lawan semuanya masih dikendalikan melalui tombol utama. Sedangkan untuk manuver berlari, membalikan serangan lawan (reversal), dan memanjat sisi ring turnbuckle bisa kamu lakukan dengan tombol bahu.


Yang menarik, di
WWE 2K15 ini kamu diperkenalkan sistem stamina yang terbagi dalam tiga
bagian fase. Pada fase stamina pertama berwarna biru, karakter pegulatmu
bisa bergerak dan menyerang dengan kecepatan yang lumayan normal. Fase
kedua (hijau) dan ketiga (kuning), karaktermu akan mulai kelelahan dan
pergerakan mereka pun mulai menurun. Dengan implementasi ini, otomatis
kamu harus menjaga tempo seranganmu agar tidak terlalu bernafsu membabat
musuhmu dengan serangan yang sama berulang-ulang. Selain karena
seranganmu mudah dibaca (dan mudah terkena reversal), pegulatmu akan
rentan terkena serangan balik karena kesulitan melakukan reversal ketika
staminanya habis.
Di luar mekanisme baru yang saya beberkan tadi, WWE 2K15 masih melanjutkan sistem game WWE lama seperti indikator bagian tubuh pegulat yang diperkenalkan pertama kali di WWE Smackdown! Here Comes The Pain, tambahan mode career, dan WWE Universe untuk mewujudkan pertandingan gulat impian kamu.
Di luar mekanisme baru yang saya beberkan tadi, WWE 2K15 masih melanjutkan sistem game WWE lama seperti indikator bagian tubuh pegulat yang diperkenalkan pertama kali di WWE Smackdown! Here Comes The Pain, tambahan mode career, dan WWE Universe untuk mewujudkan pertandingan gulat impian kamu.
“Untuk gameplay WWE 2K15 kali ini, 2K menyuntikkan sedikit unsur realistis dengan menambahkan elemen stamina beserta aspek mini game yang kamu lakukan di awal pertandingan”

Single Player Mode Yang Kalah Seru Dibandingkan Pendahulunya
Sebagai penggemar WWE di masa kejayaan Attitude Era (The Rock Rulez!), jujur saja, aspek cerita di WWE 2K15 kurang begitu menarik di mata saya. Selain karena alasan jalan ceritanya yang terlalu “lembek” dikarenakan rating WWE yang PG+13 (alias 13 tahun ke atas) sekarang, aspek single player di WWE 2K15 juga terkesan dangkal karena kamu sama sekali tidak dilibatkan dalam konflik yang terkesan epic di game WWE kali ini.
Yep, tidak ada konflik antar kubu pegulat RAW melawan kubu Smackdown! di sini. Yang ada di sini hanyalah kamu berkarir gulat dari nol, masuk ke dalam kubu NXT, lanjut menuju RAW/Smackdown!, hingga akhirnya meraih gelar impianmu sebelum pensiun dari bisnis hiburan gulat. Dari perspektif desain, hal ini memang bisa dikatakan bagus karena kompleksnya mekanisme pembelian skill dan experience yang diusung WWE 2K15 sudah cukup memberikan saya alasan untuk melakukan “grinding” bergulat secara terus menerus. Sayangnya tanpa jalan cerita yang bagus, atau mungkin “morality system” untuk memberikan pegulat saya karakteristik baik maupun jahat, career mode WWE 2K15 terkesan seperti bermain Master League di serial game bola PES.
Yep, tidak ada konflik antar kubu pegulat RAW melawan kubu Smackdown! di sini. Yang ada di sini hanyalah kamu berkarir gulat dari nol, masuk ke dalam kubu NXT, lanjut menuju RAW/Smackdown!, hingga akhirnya meraih gelar impianmu sebelum pensiun dari bisnis hiburan gulat. Dari perspektif desain, hal ini memang bisa dikatakan bagus karena kompleksnya mekanisme pembelian skill dan experience yang diusung WWE 2K15 sudah cukup memberikan saya alasan untuk melakukan “grinding” bergulat secara terus menerus. Sayangnya tanpa jalan cerita yang bagus, atau mungkin “morality system” untuk memberikan pegulat saya karakteristik baik maupun jahat, career mode WWE 2K15 terkesan seperti bermain Master League di serial game bola PES.
“Aspek single player di WWE 2K15 terkesan dangkal karena kamu sama sekali tidak dilibatkan dalam konflik yang terkesan epic di game WWE kali ini”


Untungnya kekurangan di game ini sedikit terbantu dengan hadirnya fitur WWE Showcase Mode yang memberimu dua jalan cerita besar dari konflik bersejarah yang terjadi di dunia WWE. Di situ kamu bisa menyelami cerita perseteruan antara CM Punk melawan John Cena sebelum memutuskan hengkang dari WWE karena ketidakpuasan CM Punk terhadap proses kreatif WWE. Atau menyelami pengkhianatan Triple H terhadap partnernya Shawn Michael di era WWE Attitude dulu.
Selain mode single player tadi, kamu juga diberi mode exhibition untuk sekedar bermain “gila-gilaan” menghadapi teman kamu di WWE 2K15. Di sini kamu bisa memilih satu dari 60 pegulat WWE untuk beradu di match yang kamu suka, mulai dari Royal Rumble, Table Match, Hell in Cell, dan lain sebagainya. Sayangnya dari sekian roster tadi ada beberapa yang harus kamu unlock dengan bermain di career mode dan ada juga yang memerlukan akses DLC agar bisa kamu mainkan. Jadi jika kamu berharap bisa memainkan pegulat legendaris seperti Hulk Hogan, atau classic Sting di sini, jangan heran jika kamu membutuhkan akses khusus seperti DLC yang tidak bisa kamu dapatkan jika membeli WWE 2K15 secara digital (kamu butuh pre-order dan varian fisik WWE 2K15 untuk mendapatkan superstar khusus tadi).

Create Your Wrestler Yang Dengan Waktu Loading Yang Cukup Lama
Sudah menjadi tradisi pengembang Yuke’s untuk menghadirkan fitur pembuatan karakter di setiap seri game WWE yang mereka kerjakan, dan untuk WWE 2K15 kali ini Yuke’s menyediakan variasi yang cukup banyak guna memberimu kebebasan membuat pegulat impianmu. Opsi untuk membuat pegulat di sini bisa dibilang sangat lengkap, kamu bisa saja mengaplikasikan detail layer buatanmu sendiri untuk membuat pegulat yang absurd seperti Venom maupun Super-Man. Sayangnya kerumitan membuat karakter tadi sedikit terhalangi dengan waktu loading yang lumayan terasa panjang di saat kamu mengubah penampilan karakter.Untungnya fitur WWE 2K15 yang satu ini dikemas dengan dukungan community creations di mana kamu bisa mengunduh karakter, move-set, serta hiasan penonton buatan pemain lain. Jujur saja, kreasi pegulat buatan saya sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan buatan pemain lain yang luar biasa kreatifnya dibandingkan saya (hehehe …), sehingga saya lebih suka mengunduh kreasi pegulat pemain lainnya untuk dimainkan di console yang saya mainkan.

“Bermain ramai-ramai jauh lebih menyenangkan”
Kesimpulan
WWE 2K15 merupakan upaya 2K yang cukup krusial untuk memijakkan serial game gulat populer ini di ranah PS4 dan Xbox One. Sayangnya debut mereka di console generasi baru ini bukanlah tanpa cela karena fitur single player yang mengalami kemunduran serta visual yang tak sepenuhnya sesuai dengan apa yang saya harapkan.Terlepas dari kekurangannya tadi, WWE 2K15 tetaplah game olahraga yang terasa fun apalagi ketika dimainkan bersama seorang teman. Hingga saat ulasan ini dipublikasikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak tubuh pegulat yang sudah saya banting di atas ring dan saya tidak merasa bosan untuk terus memainkannya lagi.
Oke demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan di postingan saya kali ini,semoga bermanfaat sob!!

Comments
Post a Comment